Desember 2025 – Motion IME Festival 2025 kembali hadir sebagai ajang merayakan budaya pop global, kali ini menghadirkan momen langka yang menyentuh hati penggemar Tanah Air. Bukan hanya konser musik, festival yang berlangsung pada 12–14 Desember di Jakarta ini juga menjadi panggung untuk ekspresi lintas budaya. Salah satu momen paling ikonik datang dari panggung STAYC, girl group asal Korea Selatan, yang tampil tak hanya enerjik tetapi juga penuh makna.
Penampilan STAYC pada Sabtu, 13 Desember 2025, menjadi sorotan utama publik dan media lokal. Bukan hanya karena performa musik mereka yang memukau, tetapi juga karena pilihan busana mereka yang menyentuh sisi emosional penonton Indonesia: kebaya encim. Lewat pilihan ini, STAYC tidak hanya tampil beda, tetapi juga menunjukkan pemahaman dan apresiasi mendalam terhadap budaya lokal.
Baca Juga : “Davina Karamoy Tampil Glamor dengan Model Dress Mewah“
Kebaya Encim: Simbol Tradisional yang Dibawa ke Panggung Global
Kebaya encim merupakan salah satu warisan budaya Betawi yang memiliki akar kuat dalam sejarah interaksi antarbudaya, khususnya antara etnis Tionghoa dan masyarakat lokal di Jakarta. Dengan potongan khas dan bordiran yang halus, kebaya encim dikenal karena siluetnya yang anggun, serta kesan feminin yang tak lekang oleh waktu.
Dalam unggahan resmi di Instagram, dua member STAYC tampil memikat dengan kebaya encim modern. Sumin mengenakan kebaya biru pastel dengan bordir bunga yang halus, sementara Yoon memilih kebaya putih bersih yang menghadirkan kesan elegan. Pilihan warna dan desain ini tak hanya estetis, tetapi juga mencerminkan interpretasi yang menghormati akar budaya kebaya encim.
Kombinasi antara kebaya tradisional dan tampilan modern khas K-Pop menciptakan perpaduan visual yang segar, sekaligus relevan dengan audiens muda. Gaya ini menunjukkan bahwa busana tradisional bisa tetap menawan di panggung internasional, bahkan di tengah suasana konser musik pop Korea yang dinamis.
Interpretasi Fashion STAYC Dinilai Sebagai Apresiasi Budaya Indonesia
Penampilan STAYC dengan kebaya encim langsung menuai respons positif di media sosial. Tagar #STAYCinKebaya dan #KebayaEncim mendadak ramai digunakan oleh fans lokal maupun internasional. Banyak netizen menilai langkah STAYC mengenakan busana khas Indonesia sebagai bentuk penghormatan yang tulus terhadap budaya tempat mereka tampil.
Menurut pengamat mode sekaligus peneliti budaya populer, Irna Wulandari, “Langkah STAYC ini lebih dari sekadar fashion statement. Mereka menempatkan budaya lokal ke dalam sorotan global lewat panggung mereka yang memiliki jangkauan besar. Ini merupakan contoh nyata bagaimana budaya bisa saling memperkaya.”
Lebih jauh, ia menekankan bahwa penampilan tersebut juga menunjukkan bahwa K-Pop tidak hanya membawa pengaruh budaya keluar Korea, tetapi juga membuka ruang untuk menerima dan mengangkat budaya negara lain dengan cara yang inklusif dan saling menghargai.
Sentuhan Detail yang Memikat dan Personal
Yang membuat penampilan STAYC semakin istimewa adalah bagaimana kebaya encim tersebut dirancang dengan sentuhan personal. Tidak ada elemen berlebihan yang mengaburkan identitas asli kebaya. Sebaliknya, siluet dan potongannya tetap klasik, namun dipadukan dengan styling modern—seperti hiasan bunga di rambut dan tata rias minimalis—yang tetap menjaga esensi elegan dari kebaya encim itu sendiri.
Sumin, dengan kebaya biru pastel, tampil tenang namun mencolok berkat warna yang lembut dan detail bordir floral. Warna ini tak hanya menonjol di panggung, tetapi juga membentuk aura yang hangat dan bersahabat—cocok dengan persona dirinya di mata fans.
Yoon pun tak kalah memukau dengan kebaya putih yang clean dan elegan. Aksen bordir pada bagian lengan dan dada menambah karakter, sekaligus menyampaikan estetika klasik yang bersinergi dengan penampilan energik STAYC secara keseluruhan.
Motion IME Festival 2025: Panggung Global untuk Ekspresi Lintas Budaya
Motion IME Festival dikenal sebagai salah satu festival K-pop dan budaya pop Asia paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara. Diselenggarakan selama tiga hari di Jakarta, acara ini tidak hanya menampilkan artis-artis Korea, tetapi juga berbagai elemen budaya yang membuka ruang bagi kolaborasi dan pertukaran budaya.
Pada edisi tahun 2025 ini, penyelenggara menekankan pentingnya menghadirkan momen budaya yang memperkaya pengalaman penonton. Maka tak heran bila penampilan STAYC dalam balutan kebaya encim dianggap sebagai momen puncak yang paling membekas, melebihi ekspektasi sekadar konser musik.
Antusiasme Fans Jadi Bukti Koneksi Emosional
Tak sedikit penggemar yang mengaku terharu saat melihat STAYC mengenakan kebaya. Dalam berbagai unggahan di X (sebelumnya Twitter), banyak penggemar Indonesia menuliskan bagaimana mereka merasa dihargai dan diakui secara budaya oleh idola mereka.
“Sebagai fans lokal, rasanya bangga banget lihat STAYC tampil pakai kebaya. Mereka kelihatan sangat menghargai budaya kita,” tulis akun penggemar @StaycIna. Unggahan ini mendapat ribuan like dan repost hanya dalam beberapa jam.
Antusiasme ini membuktikan bahwa hubungan antara artis dan fans kini tidak hanya dibangun lewat lagu dan penampilan, tetapi juga melalui gestur kultural yang menyentuh.
Membuka Jalan bagi Fashion Lokal ke Dunia Internasional
Kebaya encim yang dikenakan STAYC juga bisa menjadi pintu gerbang bagi fashion lokal untuk dikenal lebih luas di panggung global. Desainer lokal yang terlibat dalam produksi kebaya ini belum disebutkan secara resmi, namun kolaborasi semacam ini membuka ruang baru bagi mode tradisional untuk tampil dalam konteks kekinian.
Langkah STAYC ini juga menginspirasi artis-artis internasional lainnya untuk lebih sadar dan menghargai budaya lokal saat tampil di luar negeri. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa momen ini bisa menjadi tonggak baru dalam narasi diplomasi budaya melalui mode.
Kesimpulan: Ketika Musik, Mode, dan Budaya Menyatu di Panggung K-Pop
Penampilan STAYC di Jakarta bukan hanya menunjukkan profesionalisme mereka sebagai grup K-Pop, tetapi juga kepekaan budaya yang patut diapresiasi. Pilihan mereka untuk mengenakan kebaya encim memperlihatkan bahwa panggung hiburan bisa menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan saling menghargai dan merayakan keberagaman.
Melalui busana sederhana namun penuh makna, STAYC berhasil menyentuh hati penggemar Indonesia dan mempererat jembatan budaya antara Korea dan Indonesia. Ini bukan sekadar momen panggung, tetapi juga simbol bagaimana budaya bisa bersuara lewat fashion dan musik—dua bahasa global yang tak mengenal batas.
Baca Juga : “‘STAYC’ Pakai Kebaya Encim saat Tampil di Motion IME Festival 2025“











