TGC Jakarta x METRO Hadirkan Outfit Cutesy Phantom Baby

wartasiantar – Merah! Merah! Anime Japan!! Jakarta atau MMAJ 2026 menjadi salah satu agenda budaya pop Jepang yang menarik perhatian pengunjung Gandaria City, Jakarta. Acara yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan nuansa anime dan hiburan Jepang, tetapi juga menampilkan peragaan busana yang memadukan gaya kawaii, sentuhan lokal, dan karakter Phantom Baby.

Salah satu momen yang menonjol adalah fashion show bertajuk “Holiday in PHANTOM BABY World”. Peragaan ini dipersembahkan oleh TGC Jakarta 2026 x METRO Department Store. Meski digelar pada malam hari, area Piazza tetap dipadati penonton yang antusias menyaksikan deretan koleksi berwarna cerah dan penuh detail menggemaskan.

Panggung Fashion Dibuka dengan Kehadiran Phantom Baby

Peragaan busana ini dibuka dengan kemunculan Phantom Baby di atas panggung. Karakter IP asal Jepang tersebut langsung mencuri perhatian penonton karena tampil sebagai ikon utama dari keseluruhan konsep acara.

Setelah itu, para model mulai berjalan di runway mini dengan membawa boneka Phantom Baby. Mereka mengenakan berbagai outfit yang dirancang dengan estetika playful, manis, dan ekspresif. Kehadiran boneka tersebut membuat konsep panggung terasa lebih kuat karena setiap tampilan terlihat memiliki hubungan visual dengan dunia Phantom Baby.

TGC Jakarta 2026 dan METRO tidak hanya menampilkan koleksi pakaian. Keduanya juga membangun pengalaman visual yang dekat dengan budaya pop Jepang, namun tetap relevan bagi penonton muda di Indonesia.

Sentuhan Lolita Jepang Bertemu Wastra Indonesia

Bagian awal peragaan menampilkan sepuluh looks yang memadukan inspirasi gaya Lolita Jepang dengan unsur etnik Indonesia. Kombinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memperlihatkan bagaimana dua budaya dapat bertemu melalui medium fashion.

Sejumlah tampilan menghadirkan batik yang dipadukan dengan detail frilly, ruffles, dan tulle. Perpaduan tersebut menciptakan kesan feminin, cerah, sekaligus modern. Ada pula kebaya yang dikenakan sebagai outer, kemudian dipadukan dengan kain, jeans, hingga sepatu boots.

Pendekatan styling ini memperlihatkan bahwa wastra Indonesia tidak selalu harus tampil formal. Melalui eksplorasi yang tepat, batik dan kebaya dapat terlihat lebih muda, segar, dan mudah diterima dalam gaya sehari-hari.

Gaya Modern Kasual Tampil Lebih Playful

Pada sekuens kedua, TGC Jakarta x METRO menghadirkan sepuluh looks dengan nuansa modern-kasual. Meski tampil lebih santai, koleksi ini tetap mempertahankan karakter cutesy khas Phantom Baby.

Permainan frills, warna pastel, dan motif cerah menjadi elemen yang banyak terlihat. Beberapa tampilan membawa kesan girly, sementara yang lain terasa lebih sporty. Salah satu contohnya adalah perpaduan baseball cap dengan cardigan baby-blue bermotif bintang.

Ada juga gaya yang menggabungkan atasan pleated halter-neck, midi skirt bermotif flora, dan padel racket bag. Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa gaya manis tidak harus selalu tampil lembut. Elemen sporty dapat memberi kesan dinamis tanpa menghilangkan karakter utama koleksi.

Palet Cerah Menjadi Identitas Phantom Baby

Dua puluh looks yang ditampilkan dalam peragaan ini disatukan oleh palet warna cerah. Warna-warna tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan setiap outfit dengan karakter Phantom Baby.

Nuansa pink, biru muda, motif artistik, dan detail dekoratif membuat panggung terasa hidup. Konsep warna ini juga memperkuat kesan liburan imajinatif seperti yang diangkat dalam tema “Holiday in PHANTOM BABY World”.

Dalam konteks fashion anak muda, palet cerah sering menjadi simbol keberanian berekspresi. Koleksi ini menunjukkan bahwa tren kawaii dan cutesy masih punya ruang kuat di pasar mode, terutama saat dikemas dengan narasi visual yang jelas.

Sophie Kirana Hadir sebagai Muse di Panggung TGC Jakarta

Peragaan busana ini semakin meriah dengan kehadiran Sophie Kirana sebagai muse. Ia tampil memukau dengan jaket pink berbulu dan rok bermotif artistik penuh warna.

Penampilannya mempertegas karakter bold dari koleksi TGC Jakarta x METRO. Sophie tidak hanya menjadi pelengkap panggung, tetapi juga memperkuat citra fashion show sebagai ruang ekspresi yang ceria, muda, dan percaya diri.

Kehadiran muse seperti Sophie Kirana memberi nilai promosi tambahan karena mampu menarik perhatian audiens yang lebih luas. Dalam acara fashion dan budaya pop, figur publik sering menjadi jembatan antara koleksi, panggung, dan minat pengunjung.

Ayaka dan Sisca Saras Meriahkan Acara Lewat Musik

Selain fashion show, panggung juga dimeriahkan oleh penampilan Ayaka dan Sisca Saras. Keduanya membawakan lagu kolaborasi berjudul “Swipe Kanan Kiri”.

Penampilan musik ini membuat suasana acara terasa lebih interaktif. Kombinasi fashion, karakter Jepang, dan hiburan musik memperkuat konsep MMAJ 2026 sebagai ruang pertemuan berbagai elemen budaya pop.

Kehadiran musik juga memberi ritme yang lebih hidup bagi penonton. Dengan begitu, acara tidak hanya menjadi pertunjukan busana, tetapi juga pengalaman hiburan yang lengkap.

Koleksi Tersedia di METRO Department Store Gandaria City

Seluruh item yang tampil dalam peragaan busana ini dapat ditemukan di METRO Department Store, Gandaria City. Koleksi tersebut mencakup berbagai merek, antara lain Hush Puppies, dots Indonesia, House of Kain, Rampage, Lyne Halim, Chic Simple, MIWA, nona rara, dan Nayara.

Informasi ini memberi nilai praktis bagi pengunjung yang tertarik membeli atau mencoba gaya serupa. Setelah menyaksikan runway, mereka dapat langsung melihat produk yang tersedia di area ritel.

Strategi ini memperlihatkan hubungan kuat antara peragaan busana dan pengalaman belanja. Fashion show tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga diarahkan menjadi inspirasi gaya yang dapat diakses konsumen.

TGC Jakarta x METRO Perkuat Kolaborasi Fashion dan Budaya Pop

Kolaborasi TGC Jakarta x METRO di MMAJ Jakarta 2026 menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi medium penting dalam festival budaya pop. Melalui konsep Phantom Baby, acara ini menghadirkan gaya visual yang dekat dengan audiens muda dan penggemar budaya Jepang.

Penggabungan Lolita, wastra Indonesia, gaya kasual modern, dan elemen sporty memberi warna baru pada panggung fashion lokal. Selain itu, peragaan ini juga memperlihatkan potensi besar kolaborasi antara department store, IP Jepang, dan kreator mode Indonesia.

Ke depan, konsep seperti ini berpeluang semakin berkembang. Kolaborasi lintas budaya dapat membuka ruang baru bagi brand fashion untuk menjangkau pasar muda, sekaligus memperkenalkan wastra Indonesia dalam format yang lebih segar dan relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *