Pendopo, sebagai ekosistem pemberdaya UMKM lokal, resmi memperkenalkan Lunar Porcelain Collection hasil kolaborasi eksklusif antara Hadinata Batik dan Long Story Short. Peluncuran yang berlangsung di Living World Alam Sutera pada Sabtu, 31 Januari 2026 ini, menandai langkah strategis dalam mengangkat derajat produk kriya lokal ke pasar premium. Koleksi ini tidak sekadar berfungsi sebagai aksesori busana, melainkan manifestasi seni budaya yang menggabungkan keahlian hand-painted dengan material berkualitas tinggi.
Inovasi Desain Terinspirasi Estetika Porselen Klasik
Kekuatan utama koleksi ini terletak pada motif Batik Bhawana yang diaplikasikan secara manual menggunakan teknik lukis tangan pada permukaan tas. Inspirasi visualnya berakar dari keanggunan porselen klasik Tiongkok, yang menampilkan elemen burung hong dan motif lengkung Megamendung berwarna putih-biru. Sentuhan aksen emas ditambahkan sebagai simbol filosofis ketenangan dan harapan, menjadikannya koleksi yang sangat relevan dengan semangat perayaan Tahun Baru Imlek.
Visualisasi seni ini diaplikasikan pada dua model tas ikonik dari Long Story Short, yaitu seri Margie dan Milla. Setiap goresan kuas pada tas ini memastikan bahwa tidak ada dua produk yang benar-benar identik, memberikan nilai eksklusivitas bagi para kolektor fashion yang menghargai orisinalitas dan karakter kuat dalam setiap produk yang mereka kenakan.
Baca Juga : “Lando Norris & Wei Daxun Bintangi Kampanye TUMI Alpha Baru“
Material Unggulan dan Craftsmanship Kalimantan
Kualitas tinggi Lunar Porcelain Collection didukung oleh pemilihan bahan baku yang sangat selektif. Long Story Short mengombinasikan rotan terbaik asal Kalimantan dengan kulit premium untuk menciptakan struktur tas yang kokoh namun tetap elegan. Penggunaan rotan Kalimantan memberikan tekstur alami yang unik, sementara kulit premium menjamin daya tahan produk dalam jangka panjang, memenuhi standar sustainable fashion yang kini tengah diminati pasar global.
Direktur Hadinata Batik, Albert Pratama, bersama Gabriela selaku Co-Founder Long Story Short, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya reflektif untuk menjaga warisan budaya agar tetap relevan di era modern. Melalui integrasi narasi motif dan teknik pengerjaan manual yang rumit, produk ini membuktikan bahwa material tradisional seperti rotan dapat bertransformasi menjadi barang mewah (luxury goods) yang kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
Komitmen Pendopo dalam Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Rangkaian acara peluncuran ini juga menghadirkan sisi edukatif melalui mini talk show dan workshop bag charms painting. Inisiatif ini bertujuan memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung mengenai rumitnya proses kreasi di balik sebuah produk lokal bernilai tinggi. Sebagai wadah kurasi, Pendopo berperan aktif memperluas akses pasar bagi Hadinata Batik agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia.
Melalui kehadiran Lunar Porcelain Collection, Pendopo optimistis dapat terus mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berbasis pada pelestarian budaya. Ke depan, kolaborasi lintas jenama seperti ini diharapkan menjadi standar baru dalam industri fashion tanah air, di mana kualitas material, kedalaman filosofi, dan kemahiran tangan pengrajin menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan konsumen.
Baca Juga : “Sambut Imlek, Hadinata Batik perkenalkan “Lunar Porcelain Collection“











