Menjawab Krisis Lingkungan Melalui Gaya Berbusana Beretika
LSPR Communication & Business Institute kembali menegaskan komitmennya terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan. Kali ini, mereka melakukannya lewat kampanye bertajuk “Dressponsible” yang digagas oleh Fakultas Komunikasi. Kampanye ini bertujuan membangun kesadaran publik terhadap pentingnya slow fashion dalam menghadapi ancaman lingkungan yang ditimbulkan oleh industri fast fashion.
Inisiatif ini bukan hanya menyentuh sisi edukatif, tetapi juga menggabungkan unsur praktik langsung melalui kolaborasi antarmata kuliah di bawah konsentrasi Marketing Communication. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung mengimplementasikannya dalam kampanye nyata yang berdampak.
Slow Fashion Sebagai Solusi Terhadap Dampak Industri Fast Fashion
Industri mode cepat atau fast fashion telah lama dikritik karena menimbulkan limbah tekstil besar dan jejak karbon tinggi. Menurut laporan UNEP, industri fashion menyumbang sekitar 10% emisi karbon global dan menjadi sumber kedua terbesar pencemar air dunia. Kampanye Dressponsible hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap tren tersebut dengan membawa semangat slow fashion, yaitu gaya berpakaian yang lebih sadar, etis, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung slogan “Dress Smart, Stay Responsible,” kampanye ini mengajak generasi muda untuk berpikir ulang terhadap kebiasaan konsumerisme pakaian. LSPR ingin membentuk perilaku yang lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap pilihan busana.
Kolaborasi Antarmata Kuliah: Integrasi Ilmu dan Aksi Nyata
Kampanye ini menjadi bukti konkret bagaimana pembelajaran lintas mata kuliah dapat bersatu untuk menciptakan aksi nyata. Beberapa mata kuliah yang terlibat adalah:
- Community Development
- Social Marketing Communication
- Creative Digital Marketing Communication
- Creative Content in Marketing Communication
Melvin Bonardo Simanjuntak, M.I.Kom, selaku dosen Community Development, menyebut proyek ini sebagai capaian pembelajaran utuh. Ia menegaskan bahwa mahasiswa LSPR tidak hanya diberikan teori, namun juga diajak mengimplementasikan keterampilan komunikasi strategis di dunia nyata.
“Kolaborasi konten hingga pelaksanaan acara ini adalah pembelajaran yang lengkap yang kami berikan,” jelas Melvin.
Dukungan SDGs: Aksi Nyata untuk Pendidikan dan Perubahan Iklim
Kampanye Dressponsible secara strategis mendukung dua poin penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, yaitu:
- SDG 4: Quality Education
- SDG 13: Climate Action
Lewat kampanye ini, LSPR menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk warga yang sadar akan dampak lingkungan. Mahasiswa tidak hanya menjadi pelaku komunikasi, tetapi juga agen perubahan dalam isu keberlanjutan.
Rangkaian Acara: Dari Digital Aktivasi Hingga Fashion Show Berkelanjutan
Kampanye Dressponsible dilaksanakan dalam tiga tahapan besar. Rangkaian kegiatan dimulai dari aktivasi pra-acara yang dimulai pada 6 Juli 2025. Beberapa aktivitas yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
- Aktivasi digital melalui media sosial
- Parade edukatif di Car Free Day
- Booth bank baju untuk donasi pakaian bekas layak pakai
Puncak acara berlangsung pada 11 Juli 2025 di Taman Ismail Marzuki. Agenda utamanya mencakup:
- Pameran tematik
- Sesi talkshow dan workshop
- Fashion show koleksi busana berkelanjutan
- Aktivitas preloved influencer
- Penampilan seni
Kampanye ini ditutup dengan aksi donasi 300 kg pakaian ke berbagai mitra sosial dan pengelola lingkungan seperti Eco Touch dan panti asuhan.
Baca Juga : “Hadapi Cuaca Tak Menentu dengan LifeWear UNIQLO“
Kolaborasi Multi-Pihak: Kunci Kesuksesan Dressponsible
Keberhasilan kampanye ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak eksternal. Kolaborasi utama terjalin dengan platform @berdampaklestari milik Kompas Gramedia dan Teman ASRI. Dukungan sponsor turut memperkuat ekosistem acara, di antaranya:
- Pegadaian
- 5àsec Laundry & Dry Cleaning
- Keds
- Satu Dental
- Anytime Fitness
- Kopi Kenangan
- Se’i Indonesia
- Ancol Indonesia
Setiap mitra mendukung sesuai kapasitas mereka, mulai dari sponsorship hingga bantuan logistik dan publikasi.
Dukungan Industri Mode: Susan Budihardjo dan LSPR Modelling
Salah satu sorotan utama dalam kampanye ini adalah keterlibatan tokoh mode nasional, Susan Budihardjo. Desainer dan pendidik mode ternama ini menyumbangkan koleksi eksklusif yang ditampilkan dalam fashion show berkonsep berkelanjutan.
“Saya mendukung kolaborasi ini karena melihat potensi besar generasi muda di bidang fashion,” ujar Susan.
“Apalagi banyak dari mereka sudah tertarik pada isu lingkungan. Itu sangat positif,” tambahnya.
Selain itu, LSPR Modelling turut menyumbang 10 model profesional yang memperkuat tampilan visual dari koleksi yang ditampilkan.
Peran Mahasiswa: Menjadi Agen Perubahan di Dunia Mode
Mahasiswa yang terlibat dalam kampanye Dressponsible telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi pelaku perubahan sosial yang efektif. Mereka belajar menyusun strategi komunikasi, membangun jejaring dengan mitra eksternal, serta menyuarakan isu penting dengan pendekatan kreatif dan terukur.
Dengan bekal ilmu yang aplikatif, mahasiswa LSPR kini lebih siap menghadapi tantangan dunia industri yang membutuhkan profesional berwawasan lingkungan dan sosial.
Dampak Nyata: Membangun Budaya Konsumsi Berkelanjutan
Selain menciptakan momentum edukasi, Dressponsible memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Donasi pakaian yang dikumpulkan tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tapi juga memberi manfaat langsung kepada penerima. Kampanye ini juga menumbuhkan pola pikir baru tentang konsumsi busana, yakni memilih kualitas daripada kuantitas.
Lewat pendekatan ini, LSPR berupaya menggeser paradigma masyarakat dari budaya membeli impulsif ke arah pilihan yang lebih bijak dan beretika.
Pendidikan dan Industri: Kolaborasi Penting untuk Masa Depan Hijau
Kampanye ini membuktikan bahwa dunia pendidikan dan industri bisa bersatu dalam mewujudkan visi keberlanjutan. LSPR menunjukkan bagaimana lembaga pendidikan dapat menjadi motor utama dalam mendorong perubahan gaya hidup masyarakat. Dukungan dari pelaku industri, baik fashion maupun lifestyle, memperluas jangkauan pesan kampanye ke audiens yang lebih luas.
Dengan sinergi ini, slow fashion bukan lagi sekadar konsep, tetapi gerakan yang hidup dalam praktik sehari-hari.
Penutup: Langkah Nyata Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Kampanye Dressponsible dari LSPR bukan hanya ajang unjuk kreativitas mahasiswa, melainkan kontribusi konkret terhadap perubahan sosial dan lingkungan. Melalui kombinasi edukasi, kolaborasi, dan aksi langsung, kampanye ini membuka jalan bagi masa depan industri mode yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Ke depan, LSPR diharapkan terus menjadi pelopor kampanye komunikasi berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proyek-proyek berdampak nyata. Dengan semakin banyak institusi yang mengikuti jejak ini, masa depan slow fashion di Indonesia akan semakin kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga : “Ini Prospek Kerja Lulusan LSPR dengan Beragam Jabatan yang Menggiurkan“











